BERPEGANGLAH PADA DIDIKAN, JANGANLAH MELEPASKANNYA, PELIHARALAH DIA, KARENA DIALAH HIDUPMU...Amsal 4:13

Monday, September 24, 2007

Dukung Bryan ke New York

SEKOLAH SURATI SBY



Tanto Yakobus
Borneo Tribune, Pontianak

Dengan senyum mengembang di wajahnya ibu Rosa De Lima, Kepala Sekolah SD Suster menyambut ramah di kantornya Kompleks Persekolahan Suster Jalan RA Kartini, Pontianak Kota.
“Ada yang bisa saya bantu pak,” tegurnya menyapa.
“Ya saya ingin bertemu Bryan, murid ibu yang telah mengukir prestasi dunia itu.”


“Anak itu memang cerdas, murah senyum dalam kondisi apapun,” kata bu Rosa soal “anak jenius” itu.

“Kami mendapat kabar dari ibunya Bryan, sekitar awal September lalu bahwa Bryan dinyatakan sebagai pemenang lomba design prangko se-dunia. Sebagai lembaga tempat Bryan belajar, tentu kami senang”.

“Ini prestasi yang kesekian yang sudah diraih anak-anak didik kami. Belum lagi di bidang olahraga, banyak prestasi yang diukir cuma tidak terekspose saja,” kata bu Rosa dengan wajah berseri-seri.

Masih kata Rosa, setelah dinyatakan sebagai pemenang, anak itu harus menghadiri acara penganugrahan atau penyerahkan pemenang di Markas Besar PBB di New York, tapi yang menjadi beban pemikiran kita bagaimana supaya anak ini bisa berangkat.

“Atas nama sekolah, pada tanggal 20 September 2007, saya mengirim surat pemberitahuan kepada bapak Walikota Pontianak H Buchary A Rahman, bapak Gubernur Kalbar H Usman Ja’far, Mendiknas Bambang Sudibyo dan bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Maksud saya mengirim surat atasnama SD Suster tidak ada tujuan lain, tapi apakah ada perhatian mereka untuk prestasi Bryan. Soalnya sayang kalau tidak sampai menghadiri penganugrahan pemenang itu, sebab dia sudah menyingkirkan ribuan anak dari berbagai negara di dunia ini,” kata Rosa.

Jadi sayang, apalagi itu menyangkut hak cipta. Ke depan setiap perangko ini dicetak ulang, maka lisensinya ada pada Bryan dan dia berhak menerimanya.

Bryan (7) tumbuh sebagai anak cerdas. Sehari-hari dia tak beda dengan anak lain di sekolahnya. Sebelum masuk SD Suster, Bryan sekolah di TK Karya Yosef. Kelas 1 dia pindah ke SD Suster. □

Versi cetak dimuat di Borneo Tribune, tanggal 24 Septermber 2007

2 komentar:

Widya Puteri said...

wah saya selaku orang kalimantan (martapura, kalsel) merasa bangga sekali ada orang kalimantan yang mengukir prestasi tingkat dunia.. 2 thumbs up!!!!

Kristian N. said...

Tidak hanya Bryan, masih banyak anak bangsa yang berhasil mengukir prestasi. Masih ada yang bisa dibanggakan dari negeri ini, sebab negeri ini besar. Selamat Bryan, hidup Indonesia.