BERPEGANGLAH PADA DIDIKAN, JANGANLAH MELEPASKANNYA, PELIHARALAH DIA, KARENA DIALAH HIDUPMU...Amsal 4:13

Wednesday, September 3, 2008

Sui Tebelian Disiapkan Ibukota PKR


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, Drs H Jannah Lingga, M.Si, mengungkapkan, jenuhnya kawasan dalam Kota Sintang membuat pihaknya berencana menjadikan kawasan lahan antara Kota Sintang-Sui Tebelian sebagai daerah pusat ibu kota Provinsi Kapuas Raya (PKR).

Kawasan dalam Kota Sintang sudah jenuh. Untuk memformat jalan baru dalam kota pun sulit dilakukan. Karenanya, Bappeda kini sedang mendesign alternatif membuka lahan kota baru agar beban lahan pemukiman kota lama (Sintang Kota) menjadi berkurang. Penataan Sintang Kota tetap kita lakukan, tetapi bukan sebagai persiapan ibukota PKR. ”Ibukota provinsi bukan berada dalam Sintang Kota, akan tetapi kita keluarkan ke daerah antara Kota Sintang-Sui Tebelian, termasuk penempatan fasilitas-fasilitas kantor provinsi dan lintas vertikal provinsi,” kata Lingga kepada saya, di ruang kerjanya pada, Senin (1/9) pagi.
Dengan kondisi jenuhnya kawasan Kota Sintang, Lingga juga membeberkan pihaknya sedang berencana mengalihkan kawasan pemukiman ke luar Kota Sintang. Bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, Bappeda mendesign pemukimannya berada di sebelah lajur kanan arah Sui Ukoi. Atau dengan kata lain, kawasan pemukiman itu direncanakan lokasinya berada dekat kawasan industri dan pelabuhan Sui Ringin.
”Untuk industri tentunya memerlukan perumahan karyawan, buruh dan sebagainya. Di dekat Terminal Sui Ukoi juga akan kita buat terminal bongkar muat barang. Tentunya disana juga akan memerlukan banyak tenaga buruh dan lainnya. Sedangkan untuk warga kelas menengah keatas atau yang berduit, untuk pemukiman yang sedikit elit diarahkan ke daerah Kelam,” jelasnya.
Dengan memperhatikan konsep wilayah, Lingga menjelaskan, terdapat dua konsep pembangunan yang akan ditangani, yaitu wilayah perkotaan dan wilayah pedesaan. Akan tetapi, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sintang ini mengakui adanya persoalan dalam rencana pembangunan wilayah perkotaan, dimana di wilayah perkotaan persoalan yang dihadapi adalah persoalan jalan, trotoar, marka dan pasar.
Khusus untuk persoalan jalan, Bappeda mengevaluasi jalan yang ada dan akan dirancang jalan baru. Jalan baru artinya, akan dibuka jalan di kawasan pemukiman yang penduduknya belum ada atau belum padat. Dari hasil kajian yang dilakukan di jalan ada sekarang ini, jalan Kota Sintang dilihat dari perumahan penduduk, sudah jenuh.
”Jenuh dalam arti kata jalan yang ada itu tidak mungkin dilebarkan. Boleh dilebarkan, tetapi memerlukan perencanaan yang matang dan juga biaya yang besar. Kenapa biaya besar? karena selain pembangunan fisik jalannya, disana juga mungkin sudah ada rumah penduduk, ada lahan usaha, pagar, tanaman dan sebagainya,” katanya.
Pelebaran itu lanjutnya, dimungkinkan bisa saja terjadi jika masyarakat mengikhlaskan tanahnya, tetapi bangunan yang ada terutama rumah, mungkin akan berat. Tetapi meski demikian, Lingga menyatakan kondisi itu tidak serta merta menutup kemungkinan akan terjadinya pelebaran jalan. Karena, untuk mewujudkan rencana itu pihaknya hingga saat ini masih melakukan pengkajian dan pendekatan terhadap masyarakat terkait rencana pelebaran jalan dimaksud.

Dua Jalur
Adapun rencana jalan yang sangat perlu untuk dilebarkan, adalah Jalan M.T. Haryono. Di jalan itu rencananya akan dibuat menjadi dua jalur. ”Karena kita rencanakan mulai tahun 2009 sudah ada perencanaan jalan dua jalur dari Simpang Pinoh sampai ke Sintang Kota, masuk hingga ke jalan M.T. Haryono dan kemudian masuk hingga jalan menuju Simpang Tugu Sebeji,” bebernya.
Kemudian untuk jalan dalan Kota Sintang yang direncanakan akan dilebarkan, adalah Jalan M.Saad, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Pangeran Kuning. Ketiga jalur jalan ini, menurutnya merupakan jalur fital yang ada dalam Kota Sintang yang sudah terbangun.
Meski telah memiliki Jalan Lintas Melawi dengan dua jalur dan Jalan M.T. Haryono yang cukup lebar, sebagian pihak melihat kondisi jalan yang ada di Kota Sintang sekarang ini belum layak dijadikan sebagai jalan di wilayah yang direncanakan sebagai ibu kota Propinsi Kapuas Raya. ”Memang betul itu. Karena yang dikatakan sebagai jalan dalam kota itu tidak hanya satu, melainkan harus ada alternatif jalan lainnya,” ucap Lingga membenarkan penilaian sebagian pihak terkait kondisi jalan Kota Sintang saat ini.
Saat ini tutur Lingga, Jalan M.T. Haryono dan Jalan Lintas Melawi hanya satu jalan, dengan tidak adanya jalan alternatif lainnya. Jika kedua jalan itu mengalami kemacetan, maka segala aktivitas baik itu arus barang, arus orang tidak akan ada. Oleh karena itu untuk di Jalan M.T. Haryono, Bappeda kini sedang merancang pembangunan ring road (jalan memutar) Sui Durian. Ring road itu dimulai dari Tugu P.U atau yang biasanya juga disebut Tugu Kiban (Kompi Bantuan) ke belakang Bandara Susilo hingga tembus ke belakang daerah Masuka.
”Ini jalan alternatif kedua, sehingga beban berat Jalan M.T. Haryono terkurangi, sedangkan pelebaran Jalan M.T. Haryono tetap dilakukan. Jalan alternatif itu sedang kita rancang tahun 2008 ini, tetapi pembangunan fisiknya telah kita lakukan walaupun jalan alternatif tersebut belum tembus hingga ke Masuka,” tambahnya.

Jalan Alternatif
Yang menjadi kesulitannya saat ini ungkapnya, adalah pembangunan jalan alternatif di kawasan Tanjung Puri. Jika dibuatkan ring road di Tanjung Puri, yang paling bisa dilakukan adalah pembangunan ring road mulai dari daerah Akcaya I sampai ke daerah Sui Ana. Pemikiran lainnya, adalah mulai dari daerah Teluk Menyurai hingga ke Akcaya I. ”Kesulitan yang dihadapi, adalah jalan yang di dalam kota. Jika umpamanya beban berat Jalan Lintas Melawi terlampau besar, sekarang alternatif keduanya kemana ?,” ujarnya.
Dikatakannya, Jalan Teuku Umar tidak mungkin untuk dilebarkan, karena selain kawasan jalan itu padat penduduk, jalan itu juga biasanya terendam banjir jika volume air sungai naik, demikian juga untuk daerah Baning Hulu. Yang bisa dilakukan, sambung Lingga, adalah pelebaran jalan mulai dari Baning Hulu-Sungai Ana sampai ke Akcaya I.
”Ini sudah masuk konsep pembangunan kita, termasuk tembus mulai dari RRI-Rumah Sakit Rujukan-Sui Ana. Nantinya mulai Sui Ana Hulu itu akan dibuatkan jalan, yang sebagian jalannya sudah dimulai sekarang. Memang untuk melapis jalan alternatif Jalan Lintas Melawi sangat berat bagi kita,” akui Lingga.

Kota Baru
Dengan jenuhnya Kota Sintang saat ini, Lingga mengungkapkan bahwa pihaknya kini sedang merancang jalan-jalan baru untuk tiga daerah baru yang dirancang untuk dijadikan sebagai kota baru, yakni daerah Tanjung Puri (mulai dari Akcaya I-Sui Ana-Teluk Mneyurai), kemudian daerah Kapuas Kiri Hulu (mulai dari belakang SMPN 4 Sintang-Kantor Lurah Kapuas Kiri Hilir-tembus hingga ke RT 11 lewat belakang SMPN 4 Sintang), dan yang ketiga adalah daerah Sui Durian (mulai dari belakang Bandara Susilo-Sui Ringin-daerah Sengkuang). ”Jadi kita akan membuka jalan-jalan baru di daerah tersebut. Kita harapkan mulai tahun 2009 sudah mulai design teknis,” tandasnya.□

2 komentar:

louise wulandari said...

itu foto pakde saya yang baru di podium...hehe, masak foto pakde saya aja ada di blog ini, malah foto saya nggak ada...hehehehe...

tanto said...

hahaha, kasik ama aku donk fotonya, ntar postingkan, kok gak ketemu ya di Sintang, aku kan panitia pemekaran PKR dari kabupaten sekadau. Kalo udah jadi provinri kita kembangkan blog di sana, salam