BERPEGANGLAH PADA DIDIKAN, JANGANLAH MELEPASKANNYA, PELIHARALAH DIA, KARENA DIALAH HIDUPMU...Amsal 4:13

Saturday, November 3, 2007

Belasan Ribu Massa Cornelis Tumpah di Anjungan


Oleh: Tanto Yakobus

Kandidat Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 4 memulai kampanye di zona I yang dipusatkan di Anjungan, Kabupaten Pontianak. Pada kampanye hari keempat pasangan Drs. Cornelis, MH dan Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM menghadirkan jurkam pusat dan daerah.


Jurkam pusat diwakili oleh Sekjen KBPP, Agenanda Djatmika, dan pengusaha Ir Mike Jeno, MBA, sedangkan jurkam daerah, Ketua DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Pontianak, Sujiwo, SE, Makarius Sintong, SH, MH, William Amad, BA, Drs. Ibrahim Banson, SH, Drs. Cornelius Kimha, M.Si, Kebing Lyah, Moses Alep dan Serunli, Ketua Ikatan Keluarga Besar Madura Kota Pontianak.
Hujan deras yang mengguyur Anjungan mulai pukul 12.00 WIB tidak menghentikan langkah massa mendatangi arena kampanye di halaman rumah betang yang kerap dijadikan lokasi Naik Dango masyarakat Dayak Kanayatn.
Pukul 13.00 hujan reda, dan kampanye pun dimulai dengan menyanyikan lagu Maju Tak Gentar dan dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya.
Sujiwo yang tampil pertama mengajak masyarakat untuk merapatkan barisan dan tidak lagi melihat siapa figur dan dari kalangan mana, “Ingat tanggal 15 November, coblos nomor 4,” serunya.
Sujiwo menegaskan bahwa Cornelis adalah figur nasionalis dan pemimpin masa depan milik semua etnis. Karena belasan ribu massa meluber, panitia yang sejak semua telah menyiapkan water cannon dari Yayasan Pemadam Kebakaran Sungai Pinyuh, terpaksa menyemprotkannya berkali-kali. Ternyata rintik hujan yang mengiringi kampanye tidak cukup membuat massa kedinginan. Massa justru kepanasan sambil berjingkrak-jingkrak mengikuti irama lagu “Kucing Garong” yang dibawakan Trio Macan. Selain Trio Macan, juga tampil artis dari Kota Pontianak dengan iringan Madona Band.
Cornelis tampil membakar massanya dengan orasi-orasi politik yang mengena dan dirasakan langsung masyarakat. Seperti masih terjadinya ketimpangan SDM antara kota dan desa (pedalaman), infrastruktur jalan yang tidak kelar-kelar. “Kita bukan mengumbar janji-janji kosong, tapi sudah kewajiban pemerintah memperhatikan itu semua,” teriak Cornelis yang terlihat pandai memainkan intonasi suaranya.
Cornelis di hadapan massa sekali lagi menegaskan dirinya menjadi pemimpin sudah dipersiapkan pemerintah, mulai dari APDN Pontianak, Fakultas Ilmu Pemerintahan Universitas Brawijaya Malang, dan Magister Hukum Untan. “Jadi saya ini pemimpin bukan meletus dari bambu, tapi dari pendidikan yang memang disiapkan untuk menjadi pemimpin,” tegasnya disambut riuh massa.
“Jadi saya adalah seorang administrator pemerintahan, sehingga paham betul mengelola pemerintahan,” kata Cornelis mantap.
Sementara itu, Agenanda Djatmika dalam orasinya meminta masyarakat yang kebetulan bukan Dayak dan Muslim untuk tidak ragu-ragu memberi dukungan kepada Cornelis. “Tidak haram orang muslim seperti saya untuk memilih Cornelis, karena kita butuh pemimpin yang berani berbuat untuk rakyatnya daripada pemimpin yang mementingkan dirinya dan golonganya saja,” kata Djatmika yang jauh-jauh datang dari Jakarta.
Sementara itu Ketua IKBM Kota Pontianak, Serunli meminta warga Madura yang ada di Anjungan, Sungai Pinyuh maupun Galang dan Paniraman untuk memberikan dukungan kepada Cornelis. “Sekaranglah kita memberikan kepada orang daerah untuk menjadi tuan di negerinya sendiri. Kita harus memberi kepercayaan itu,” serunya.
Makarius Sintong yang tak asing lagi bagi warga Kabupaten Pontianak mengatakan, selama empat hari ini kampanye Cornelis, dirinya sangat yakin Cornelis menang. Dari Sambas, Singkawang, Bengkayang dan sekarang Anjungan, saya tidak sangsikan lagi masyarakat sangat rindu dengan pemimpin barunya.
“Saya tanya, apakah bapak-ibu dan saudara-saudaraku datang ke sini karena terpaksa atau di bawah tekanan?” tanya Makarius. “Tidak,” teriak massa bergemuruh.
Makarius yang sudah tiga periode sebagai anggota DPRD Provinsi menjelaskan dirinya tahu betul kondisi pembangunan di Kalbar. “Jadi dari visi misi empat kandidat yang saya baca, hanya pak Cornelis yang berani membuat pembangunan dari pedalaman ke kota. Ini beda dengan gubernur-gubernur sebelumnya,” tegasnya.
Masih kata Makarius, dari visi misinya membangun Kalbar ke depan, sangat komplek, mulai dari pembangunan daerah kepulauan, pesisir, pedalaman baru perkotaan. “Itu memberi angin segar bagi kemajuan daerah yang selama ini terbelakang,” tegas Makarius yang hampir habis suaranya itu.
Tepat pukul 16.00 Cornelis kembali tampil menutup kampanye dengan menyanyikan lagu Gebyar-Gebyar ciptaan Gombloh. Massa pun membubarkan diri dengan tertib.□

Versi cetak dimuat Borneo Tribune, Sabtu (3/11)

1 komentar:

tikabanget said...

Pak Makarius ngomong begituh karena jadi bekingan Pak Cornelis kah? :D
hehe..


betewe, kok form komentarnya ndak bisa buwat blog laen selaen blogspot ya?